Apa yang terlintas dipikiran kalian ketika
ada yang menyebutkan tentang madura? Masyarakatnya yang kasar? Carok? Begal?
Daerah yang bisa dibilang masih *iieuhhh*? Emang bener itu, tapi nggak semua
yang dimadura seperti itu kok. Masyarakat madura sebenernya adalah masyarakat
yang bisa dibilang ramah, royal, dan semacamnya. Daerah madura juga bukan
satu-satunya daerah di Indonesia lebih tepatnya di Jawa Timur yang *iieuhh*.
Madura dikenal sebagai daerah kaya akan hasil laut dan kebudayaannya.
Gue orang jawa yang dari lahir dan kecil di madura. Ada beberapa kerabat yang dari madura dan dewasa ini gue kuliah dan tinggal di madura lebih dari tiga tahun. Emang belum bisa dibilang lama untuk mengenal secara mendalam tentang madura, tapi lumayan untuk bisa menilai mereka dari segi pengalaman soalnya gue juga punya banyak temen deket yang berasal dari suku madura.
Emang banyak orang madura yang sikapnya seperti yang dikenal selama ini, karena masyarakat nggak kira bisa menjudge tanpa melihat realita yang ada, meskipun cuma covernya aja. Tapi gak sedikit juga dari orang madura yang ramah, dan santun kepada orang lain baik sesama suku maupun yang lainnya. Menurut gue semua itu balik lagi ke individu masing-masing. Pernah denger orang bilang “orang madura akan baik ke kita kalau kita baik sama mereka, tapi mereka juga bisa jauh lebih jahat kalau kita jahat kepada mereka”?. Itu emang bener, tapi yang punya prinsip kayak gitu gue kira bukan cuma masyarakat madura aja, gue juga sering lihat masyarakat luar yang kayak gitu.
Selama gue hidup di madura, gue sering liat orang-orang dermawan dari madura yang gue yakin mereka tulus, bukan cuma sekedar cover. Mereka dermawan kepada siapa aja yang membutuhkan, entah itu mereka kenal ataupun mereka nggak kenal.
Gue pernah ke daerah pamekasan bagian pesisir utara, disana gue tinggal beberapa hari. Selama itu disana gue disuguhin sama berbagai makanan, lauk pauk, minuman dan apa aja yang mereka punya. Dari sana gue nilai kalo orang madura itu ramah. Bukan Cuma itu aja, tahun lalu gue ke daerah Bangkalan bagian timur. Gue tinggal disana kurang lebih selama sebulan. Selama disana gue bersosialisasi sama masyarakat dan mereka bener-bener ramah. Mereka sering ngasih makanan, camilan, minuman yang beragam dan hampir tiap hari. Mulai dari yang sederhana sampe yang mahal mereka suguhkan. Mereka sering bantu bersihin halaman tempat gue tinggal, juga bantuin gue ketika gue lagi ada kegiatan yang dari kampus.
Oarang tua gue dulu mengabdi, jadi guru di madura selama beberapa puluh tahun. Mereka pernah ngajar mulai dari daerah pedalaman sampe daerah kota juga. Selama itu juga ortu gue khususnya nyokap sering banget nerima buah tangan dari masyarakat meskipun lagi nggak ada acara atau keperluan apa-apa. Orang tua gue sering cerita mereka sering dapet bantuan baik secara materi maupun yang lainnya dari tetangga. Semua itu balik lagi ke individu masing-masing.
Madura bukan juga daerah yang tertinggal, karena masih banyak lagi daerah yang jauh lebih tetinggal dibandingkan madura. Pendidikan di madura bisa di bilang sudah layak, meskipun ada juga di daerah pedalaman yang masih tertinggal pendidikannya. Cerita lagi dari nyokap, jaman dulu di desa kalo lagi musim panen ataupun musim tanem (menanam di sawah) lebih dari sebagian anak-anaknya bolos sekolah karena mereka bantu orang tua di sawah. Tapi sekarang gue rasa hal gituan hanya berlaku di beberapa daerah aja, misalnya di kepulauan.
Madura mempunyai empat kabupaten, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Dari keempat kabupaten itu terdapat beberapa perguruan tinggi baik yang berstatus negeri maupun swasta. Dari sana sudah terlihat bahwa masyarakat madura mengalami peningkatan dari segi pendidikannya. Mereka telah sadar bahwa pendidikan itu penting untuk kehidupan dunianya.
Kekayaan alam di madura berupa hasil lautnya, misalnya petis asin. Petis khas madura yang dibuat dari sari ikan laut. Gue pribadi suka banget sih sama petis ini, apalagi dirujak pake mangga muda *ngiler*. Wisata di sini juga cukup populer, misalnya di gili labak. Kebanyakan tempat wisata di madura berbentuk pantai dan kepulauannya yang super keren *rekomended banget*.
Untuk carok di daerah madura perlahan-lahan sudah mulai pudar, mungkin masih ada tapi di daerah pedalaman. Gue udah ngga pernah denger ada carok lagi selama beberapa tahun ini. Begal? Gue rasa bukan Cuma di madura aja yang ada begalnya, begitu juga maling dan kawan-kawannya.
Guna gue nulis “Stereotip Madura” ini soalnya gue pengen sedikit memperkenalkan madura yang menurut masyarakat luar masih terlihat menyeramkan. Gue nggak membela pihak manapun, tapi jujur gue selama ini risih banget tiap denger orang ngomong madura gini madura gitu padahal mereka nggak tau dalemnya. Mungkin diantara mereka ada yang sudah merasakan baiknya madura, tapi mereka belum bisa mengubah mindsetnya tentang madura. Gue berharap tulisan gue ini dapat membentu kalian mengenal madura dan seisinya, dan kalian stop berpikir buruk tentang madura. Semua balik ke individu masing-masing lagi.
Semoga tulisan gue dapat (sedikit) membantu madura untuk mengubah citranya di masyarakat. Inilah isi hati gue selama ini yang baru bisa gue utarakan saat ini. Akhir kata, gue berharap Indonesia tetap satu, karena Bhineka Tunggal Ika itu Indah. Dan semoga lo semua nggak bosen baca tulisan gue. Hahaha.
Comments
Post a Comment